Selasa, 31 Januari 2012

Jangan Takut Usaha Perikanan, Pemerintah Mendukung Anda...

Salah satu bentuk kemauan politik dari pemerintah yang ditujukan untuk memajukan sektor perikanan dan kelautan adalah dengan dibentuknya Departemen Kelautan dan Perikanan.

Departemen ini dibentuk secara khusus hanya untuk menangani semua permasalahan perikanan di Indonesia.

Selain itu, berbagai macam perundang – undangan telah banayak dikeluarkan utnuk memberikan payung hukum bagi proses pembangunan sektor perikanan.

Di dalam usaha perikanan, pelaku dan calon pelaku memang membutuhkan berbagai informasi mengenai kebijakan (aspek legal) tentang pembangunan dan pengembanagan sektor perikanan, usaha perikanan dan perizinannya, tata ruang, agraria dan lingkungan, kewenangan pemerintah, peraturan dan pungutan, penggunaan tenaga kerja, dan sebagainya.

Kejelasan dan transparansi mengenai berbagai aturan ini akan bisa memberikan kepastian dan keamanan dalam hal berusaha bagi para pelaku dan calon pelaku dari usaha perikanan.

Disisi lain, pemahaman yang baik tentang aspek tersebut akan dapat menuntun para pelaku dan calon pelaku dalam meniti langkah – langkah hukum pendirian maupun pelaksanaan usaha perikanan secara efektif dan efisien.

Berikut ini akan disajikan daftar kebijakan pemerintah untuk sektor perikanan dan kebijakan lainnya yang baik secara langsung maupun tidak akan saling terkait :

Undang - undang nomer 31 tahun 2004, tentang Perikanan.
Undang - undang nomer 24 tahun 1992, tentang Penataan Ruang.
Undang - undang nomer 6 tahun 1968 jo nomer 12 tahun 1970, tentang Penanaman Modal Dalam Negeri.
Undang - undang nomer 1 tahun 1967 jo nomer 11 tahun 1970, tentang Penanaman Modal Asing.
Undang - undang nomer 32 tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah.
Undang - undang nomer 12 tahun 1957, tentang Peraturan Retribusi Daerah.
Undang - undang nomer 5 tahun 1960, tentang Pokok – Pokok Agraria.
Undang - undang nomer 20 tahun 1997, tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Undang - undang nomer 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Undang - undang nomer 23 tahun 1997, tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan Pemerintah nomer 25 tahun 2000, tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenagan Propinsi Sebagai Daerah Otonom.
Peraturan Pemerintah nomer 54 tahun 2002, tentang Usaha Perikanan.
Peraturan Pemerintah nomer 15 tahun 1990, tentang Perizinan Usaha Perikanan.
Peraturan Pemerintah nomer 20 tahun 1994, tentang Pemilikan Saham Dalam Perusahaan Yang Didirikan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing.
Keputusan Presiden nomer 8 tahun 1975, tentang Pungutan Perusahaan dan Pungutan Hasil Perikanan Bagi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri di Bidang Perikanan.
Keputusan Presiden nomer 23 tahun 1982, tentang Pengembangan Budidaya Laut Di Perairan Indonesia.
Keputusan Presiden nomer 75 tahun 1995, tentang Penggunaan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang.
Keputusan Menteri Pertanian nomer 815 tahun 1990, tentang Perizinan Usaha.
Keputusan Menteri Pertanian nomer 428 tahun 1999, tentang Perizinan Usaha ( Penyempurnaan ) Izin Usaha Perikanan ( IUP ).
Keputusan Menteri Pertanian nomer 473 tahun 1982, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Budi Daya Laut di Indonesia.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 2 tahun 2004, tentang Perizinan Usaha Pembudidayaan Ikan.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 9 tahun 2002, tentang Intensifikasi Pembudidayaan Ikan.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 34 tahun 2002, tentang Pedoman Umum Penataan Ruang Pasir.
Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomer 1 tahun 1997, tentang Dana Pengembangan Keahlian dan Ketrampilan ( Skill Development Fund ) Tenaga Kerja Indonesia.
Perda – perda.

Senin, 16 Januari 2012

Golongan Yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Golongan Yang Masuk Syurga Tanpa Hisab

Terdapat 70,000 umat Muhammad s.a.w yang dapat masuk syurga tanpa hisab dan tiada azab. Ini bersumberkan hadis yang diriwayat Bukhari dan Muslim bersumber daripada Ibnu Abbas r.a. Muka mereka bercahaya seperti bulan purnama.
Mereka adalah:
1. Ahl al-fadl (ahli kemuliaan) - orang yang menanggung kesakitan apabila diperbodohkan, bersabar apabila dizalimi dan memaafkan apabila dilakukan kejahatan terhadap mereka.

2. Ahli as sabr (ahli kesabaran) - bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghindarkan maksiat terhadap-Nya.
3. Jiran-jiran Allah – mereka yang saling berziarah dalam berkasih-sayang kerana Allah, duduk dan bangun bersama-sama saudara mereka kerana Allah. (hadis riwayat Abu Nu’aim daripada Ali bin Husain)
4. Orang yang mati dalam perjalanan ke Mekah samada pergi atau balik. (hadis riwayat Jabir)
5. Penuntut ilmu, perempuan yang taat kepada suami dan anak yang berbakti kepada ibu bapa (hadis marfu’ sumber Abu Ayyaub al-ansari)
6. Sesiapa yang berjalan kerana hendak menunaikan hajat saudaranya yang muslim sehingga tertunai hajat itu dan meniggal dalam masa tersebut. (hadis marfu’ sumber daripada Anas)
7. Sesiapa yang mengasuh kanak-kanak sehingga berupaya mengucapkan ‘lailahaillallah” (hadis sumber daripada A’isyah r.a)
8. Orang islam lelaki dan perempuan yang mati pada malam dan siang hari Jumaat (hadis marfu’ sumber daripada ‘Ata’)
9. Hamba yang bersabar apabila diuji dengan bala bencana pada tubuhnya dan anaknya (hadis marfu’ riwayat Hakim at-Tirmidzi)
10. Orang yang menggali perigi di tengah padang dengan penuh keimanan dan mengharapkan ganjaran Allah (Ibn Mas’ud)
11. Orang yang mati syahid mempertahankan agama Islam.


“Barangsiapa yang lebih kebajikannya atas kejahatannya, maka mereka itulah yang masuk ke syurga tanpa hisab, dan barang siapa yang sama kebajikannya dan kejahatannya maka mereka itulah yang dihisabkan dengan hisab yang sedikit, dan barang siapa yang kejahatannya lebih banyak, maka dialah yang diberikan syafaat setelah menerima siksaannya.”

Apa bagian terpenting tubuhmu????


buku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menerka dengan jawaban yang aku anggap benar.

Ketika aku muda, aku fikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab,

“Telinga, Bu.” Jawab Ibuku,

“Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti.”

Selang beberapa tahun kemudian, dia bertanya padaku lagi. Sejak jawapan pertama, kini aku yakin jawapan kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku mengatakan,

“Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita.”

Dia memandangku dan berkata,

“Kamu belajar dengan cepat, tapi jawapanmu masih salah karena Banyak orang yang buta.”

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawapan baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawapannya selalu,

“Bukan. Tapi, kamu semakin pandai dari tahun ke tahun, anakku.”

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga bersedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku mengingatinya karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku,

“Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?”

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berfikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat tanda kebingungan diraut wajahku dan memberitahu,

“Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar “hidup”. Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahu kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting.”

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan airmata. Dia berkata,

“Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu.”

Aku bertanya,

“Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?”

Ibu membalas, “Bukan, tapi kerana bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.

Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu mempunyai bahu untuk menangis bila-bila pun kamu memerlukannya.”

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tetapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.

Dari sahabat Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu ia menuturkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan kecintaan, kasih sayang, dan bahu-membahu kaum mukminin bak satu tubuh, bila ada anggota tubuh itu yang menderita, niscaya anggota tubuh lainnya akan sama-sama merasakan susah tidur dan demam.” (Hadits Riwayat Muslim)

Orang akan melupakan apa yang kamu katakan…
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan…
Tetapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti…

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini….

Legenda penuh inspirasi dari jepang

Ini kisah legendaris dari Jepang. Yagyu Matajuro adalah putra seorang ahli pedang yang terkenal. Keluarganya mendorong Matajuro untuk belajar seni bela diri. Namun karena dipandang tidak mampu mengembangkan potensi terbaiknya, Matajuro diusir ayahnya.

Merasa tersinggung dan marah, Matajuro pergi mencari seorang ahli pedang yang bersedia melatihnya hingga jadi ahli pedang terbaik. Ia ingin membuktikan pada ayahnya bahwa keputusannya itu salah besar. Maka, pergilah ia ke Gunung Fuhra dan di sana berjumpa dengan ahli pedang terkenal bernama Banzo.

Tapi ternyata, Banzo malah membenarkan pendapat ayah Matajuro. "Kau ingin belajar ilmu pedang padaku?" tanya Banzo. "Kau tak mungkin bisa."

"Tapi kalau saya bekerja keras, berapa lama saya bisa menguasainya?" desak Matajuro. "Seumur hidupmu," jawab Banzo. "Lama sekali," kata Matajuro. "Saya bersedia menjalani semua penderitaan asalkan Guru mau melatih saya. Jika saya menjadi pelayan setia Guru, berapa lama saya bisa menguasainya?"
"Mungkin sepuluh tahun," kata Banzo. Matajuro melanjutkan, "Bagaimana kalau saya bekerja dengan sangat giat?" Banzo menjawab, "Oh, mungkin 30 tahun."

"Saya sungguh tak mengerti, pertama Guru berkata 10 dan sekarang 30 tahun. Saya akan menjalani semua rintangan untuk menguasai ilmu pedang dalam waktu sesingkat mungkin!"

"Kalau begitu, kau harus tinggal bersamaku selama 70 tahun. Orang yang terlalu terburu-buru tidak akan pernah berhasil. Jika kau ingin hasil yang instan, kau tidak akan belajar dengan maksimal," kata Banzo. "Baiklah," jawab Matajuro, yang paham dirinya sedang ditegur karena ketidaksabarannya, "saya setuju."

Mulai saat itulah, Matajuro berguru pada Banzo. Namun, yang dikerjakan Matajuro bukannya berlatih ilmu pedang. Bahkan, ia dilarang memegang pedang. Kegiatan sehari-harinya justru membuatkan makanan untuk sang guru, membersihkan piring kotor, merapikan kasurnya, membersihkan halaman, merawat kebun, dan semua pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan pedang.

Tiga tahun pun berlalu. Matajuro masih saja melakukan pekerjaan yang sama. Ia merasa sedih dan pasrah. Keinginannya untuk menjadi ahli pedang sepertinya harus ditinggalkan. Namun, suatu hari Banzo menyelinap di belakang Matajuro dan memberinya pukulan keras dengan sebilah pedang kayu. Pada hari berikutnya, ketika Matajuro sedang menanak nasi, sekali lagi Banzo menyerangnya secara tiba-tiba. Sejak saat itu, siang dan malam, Matajuro harus selalu waspada untuk melindungi dirinya dari serangan tiba-tiba sang guru.

Matajuro belajar sangat cepat, sehingga sang guru merasa puas. Meskipun tidak pernah menerima pelajaran resmi atau bahkan memegang senjata, Matajuro telah berhasil mencapai tingkat tertinggi dari ilmu seno bela diri. Sejak saat itu, Matajuro menjadi ahli pedang nomor satu.

Jika kita menyimak baik-baik kisah Matajuro ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa ternyata semua pekerjaan kasar yang dilakukan Matajuro selama tiga tahun itu bertujuan untuk mempersiapkan dirinya guna menerima pelajaran sesungguhnya dari sang guru. Andaikan Matajuro tidak tabah dan sabar dalam menjalani proses, mungkin saat ini ia tidak akan dikenang sebagai ahli pedang nomor satu.

Begitu pun dengan kita. Mencapai impian pasti membutuhkan sebuah proses yang terkadang sulit dan menyakitkan. Tapi di balik itu semua, kita sesungguhnya sedang dilatih untuk menjadi orang yang kuat dan tegar. Proses itulah yang sebenarnya membuat kita berkembang dan menjadi sosok yang lebih hebat dari sebelumnya.

Selasa, 10 Januari 2012

Kata Mutiara Islam

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)

Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajikan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin)

Senin, 09 Januari 2012

Cerita Sukses Seorang Pengemis

Tanggal 19 januari 2001, Di sebuah kota besar. Pada sore hari ketika banyak orang pulang kerja. Ada satu orang pengusaha menaiki mobil BMW serta terlihat sedang terburu-buru. Dia turun dan menuju ATM terdekat untuk mengambil sejumlah uang.

Yang pasti uangnya dalam jumlah BESAR.

Di depan ATM itu ada seorang yang sedang duduk-duduk dilantai. Pakainnya kumuh, berlubang dan seperti tidak pernah dicuci. Sorot matanya menunjukkan seseorang yang tidak mempunyai harapan. Didepannya ada sebuah gelas berisi uang. Jika anda sedang berpikir dia adalah seorang pengemis.

Anda 100% benar.

Tapi si pengusaha dengan cueknya melangkah melewati si pengemis dan masuk ke dalam ruang ATM. Ternyata di dalam pengusaha itu tidak ingin mengambil uang, dia hanya sekedar ingin mentransfer uang.

Yang pasti transfernya dalam jumlah BESAR.

Ketika dia hendak keluar. Entah perasaan darimana si pengusaha menjadi iba kepada pengemis. WOW! dia mengambil dompet dari sakunya. Setelah melihat dari pojok kiri ke pojok kanan sisi dompet. Dia akhirnya berhasil menemukan uang dengan nominal paling kecil!

Seribu Rupiah dia berikan kepada si pengemis.

Terima Kasih tuan, Kata si pengemis dengan bibir tersenyum senang. Sampai senangnya dia mengambil uang seribuan itu dari gelas dan memegangnya dengan kuat. Hmmmmm… mungkin ini adalah pendapatan terbesarnya hari itu.

Exspresi dari pengusaha itu hanya tersenyum kecut. Tidak lebih dari itu! kemudian dia mulai meninggalkan si pengemis menuju mobil mewahnya. Lalu… entah kenapa! ketika dia ingin memasuki mobil… dia seperti tidak rela memberi uang dengan cuma-cuma kepada pengemis tadi.

Dasar Kikir! Dia berlari kembali menuju ke pengemis. Ketika ingin mengambil uang seribuan miliknya. Dia tertahan! atau tidak bisa karena uangnya masih digenggam oleh si pengemis.

Akhirnya tanpa pikir panjang!

Si Pengusaha mengambil gelas pengemis yang mungkin adalah harta satu-satunya. Dengan enteng dan terlihat seperti mengejek. Si pengusaha kikir itu berkata:

Kamu juga pengusaha bukan?

Kemudian pengusaha berlari kembali ke mobilnya. Dan si pengemis hanya bisa melongo. Walau samar-samar terlihat ada air yang keluar dari matanya.

Hmmmmm…

Bersamaan dengan itu terlihat langit sudah berwarna merah. Mataharipun mulai terbenam.

8 tahun kemudian..........

Tepatnya tanggal 2 juli 2009. Di sebuah gedung mewah yang terdapat di kota besar. Si pengusaha sedang berada di kantornya. Melamun! bahkan terlihat seperti orang stres.

Tentu saja dia stres! Gara-gara krisis ekonomi global, bisnisnya hampir bangkrut! tinggal menunggu hari saja dia akan menjadi miskin. Suatu hal yang tidak pernah dia rasakan seumur hidup. Belum lagi tanggungan hutang yang tidak bisa dia bayar.

Bukan hanya jatuh miskin, mungkin dia akan masuk penjara karena tidak bisa melunasi hutangnya.

Tiba-tiba!

Telepon berdering. Ternyata itu dari sekertarisnya. “Pak ada orang yang mau bertemu dengan bapak”.

Sebenarnya pengusaha itu sedang malas menemui siapa-siapa. Apalagi orang yang tidak dikenalnya. Namun dia putuskan untuk menemui si tamu misterius ini.

Tamu misterius itu pun masuk. Lalu diikuti dengan basa-basi singkat seperti perkenalan nama dsb. Lalu pengusaha pun menanyakan maksud kedatangan si tamu.

ALANGKAH KAGETNYA !

Tamu misterius itu mau menginvestasikan uang dalam jumlah besar dalam perusahaannya. Bahkan jumlah uang itu juga sanggup melunasi hutang perusahaan. Pengusaha itu hanya melongo tidak percaya.

Tapi sebelum si pengusaha berhenti dari kegiatan melongonya. Si tamu misterius itu berkata :
Mungkin bapak sudah lupa terhadap saya. Dulu saya adalah pengemis yang sering mangkal di depan ATM. Gara-gara bapak dulu ngomong kayak gini Kamu juga pengusaha bukan?

Saya waktu itu benar-benar terharu.

Anda tidak menganggap saya sebagai pengemis seperti orang lain, melainkan penjual yang sedang menjual barang.

Waktu itu juga saya berhenti mengemis. Lalu merintis usaha saya sendiri. Dan bisa bapak lihat akhirnya saya BERHASIL.

Larangan Merokok Di Jepang

Jepang menjadi salah satu negara yang cukup aktif melakaukan larangan merokok terhadap warga negaranya. Tidak seperti di indonesia yang hanya mengandalkan fatwa haram saja, ada berbagai macam perda disana tentang bahaya merokok.

Mastdewa Nggak tahu apa peraturan disana kita sebut saja perda larangan merokok? Berikut adalah usaha pemerintahan jepang dalam membatasi masyarakatnya mengkonsumsi barang ini :

Harga rokok yang setiap tahun semakin meningkat. Sehingga membuat karyawan yang bergaji pas-pasan kehabisan uang jika merokok tiap hari. Jadi seperti haram bagi mereka untuk membelinya.
Larangan haram tentang merokok dipasang dimana-mana bahkan di sampai di kendaraan umum.
Ada larangan yang melarang merokok sambil berjalan. Jika ketahuan akan didenda yang jumlahnya cukup besar.
Pemerintah jepang mengeluarkan semacam perda tentang kartu taspo. Yaitu sebuah kartu tentang izin merokok, Mesin penjual dan toko rokok tidak akan melayani siapapun yang tidak memilikinya, dan hanya dapat dimiliki jika sudah berusia 20 tahun ke atas. Kartu merokok ini bahkan dilengkapi dengan persentase penggunaan rokok perbulan.
Ada klasifikasi kegiatan merokok dari 1 s/d 10 (kayak PR aja), semakin besar nilainya maka dia bisa diakatakan perokok berat. Cara ini bertujuan menyadarkan masyarakat jepang tentang bahaya merokok.
Ada juga larangan mereka merokok di kereta api, di pusat pembelajaan dsb. Tapi perokok juga disediakan tempat khusus merokok. Haram bagi mereka merokok selain di tempat yang sudah disediakan.

Lalu apakah larangan merokok ini bisa diterapkan di indonesia minimal tahap perda sekalipun? Kayaknya agak susah, mengingat kecanduan yang begitu tinggi terhadap rokok. Belum lagi ada anggapan pelarangan rokok itu haram akan berdampak pada ekonomi

Template by : kendhin x-template.blogspot.com