Konsumsi leci secara langsung mungkin belum terlalu umum bagi masyarakat di Indonesia. Umumnya masyarakat mengkonsumsi leci dalam bentuk olahan atau dengan campuran. Padahal leci merupakan buah yang telah melegenda di Cina.
Tapi terlepas dari terkenal atau tidaknya buah ini, leci memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh. Menurut penelitian dari Universitas Zhejiang Gonshang dan Rumah Sakit Cina Barat yang berada di Universitas Sichuan, leci memiliki manfaat yang luar biasa.
Dari hasil penelitian, leci memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan oleh pertumbuhan tulang dan pembentukan tubuh. Mineral dalam leci termasuk di dalamnya kalsium, fosfor dan magnesium.
Tak hanya itu, leci juga baik untuk kecantikan. Konsumsi leci dapat memperhalus kulit, memperkaya darah dan mengembalikan stamina tubuh. Leci juga disebut dapat mencegah pertumbuham sel kanker dalam tubuh. Dari hasil penelitian tersebut, leci mengandung flavonoid yang terbukti sangat efektif melawan kanker payudara. Leci juga merupakan sumber vitamin c, vitamin C ini dapat melawan penyakit jantung dan kanker. Vitamin C juga baik untuk tulang dan jaringan
Leci merupakan salah satu buah dengan kandungan lemak yang sangat rendah. Jadi, konsumsi leci baik untuk seseorang yang sedang menjalankan diet. Selain itu leci juga baik untuk orang yang dalam kondisi lemah dan baik bagi orang lanjut usia.
Lencana Facebook
Postingan Populer
-
Menanam Cabe Dalam Pot Lahan yang sempit membuat kegiatan berkebun terkadang jadi sedikit terhambat. Tetapi, itu bukan berarti kita tidak bi...
-
Golongan Yang Masuk Syurga Tanpa Hisab Terdapat 70,000 umat Muhammad s.a.w yang dapat masuk syurga tanpa hisab dan tiada azab. Ini bersumber...
-
Pagi itu seperti biasa saya berangkat pagi setelah subuh dari rumah, ke tempat penyimpanan motor di bilangan cawang, uki, walau sering terla...
-
Seperti halnya manusia, tanaman juga memerlukan asupan nutrisi yang cukup dengan kombinasi yang tepat, baik makro maupun mikro, pada setiap ...
-
Cacing sutera (Tubifex), sering juga disebut cacing rambut atau cacing darah merupakan cacing kecil seukuran rambut berwarna kemerahan denga...
-
Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjep...
-
Secara alamiah tempat hidup belut (Monopterus Albus) adalah lumpur yang berair. Untuk keperluan itu para peternak belut harus menyiapkan med...
-
Manfaat Kulit Singkong yang MenguntungkanHampir semua bagian dari pohon singkong bisa dimanfaatkan mulai dari umbi hingga daunnya. Umbi Sing...
-
Sudah saatnya kita tidak lagi membayar mahal dan susah mencarinya untuk memperoleh se kantong pupuk. Mari kita manpaatkan apa yang ada disek...
-
KISAH INI ADALAH KISAH NYATA PUTRI SANG RAJA GULA YANG IA TULIS DALAM BUKUNYA” TAK ADA PESTA YANG TAK BERAKHIR” . CUKUP MENARIK UNTUK DISIMA...
Mengenai Saya
Pengikut
Recent Posts
Download
Senin, 14 Mei 2012
Leci, Buah Lezat dan Berkhasiat
Diposting oleh
mastdewa
di
18.43
0
komentar
Senin, 13 Februari 2012
Hukuman Fisik Membuat Anak Menjadi Lebih Agresif
Memberi hukuman kepada anak secara fisik tidak akan mengurangi kenakalannya tapi justru membuatnya lebih agresif.
Pernyataan ini dibuat berdasarkan hasil penelitian Universitas Manitoba dan Rumah Sakit Anak dari Timur Ontario selama 20 tahun terakhir.
Times of India menyebutkan kalau penulis studi Joan Duurant dan Ron Enson menemukan bahwa hukuman fisik membuat anak lebih agresif dan dapat membahayakan mereka dalam jangka panjang.
"Perilaku anak-anak ini akan lebih agresif dan tidak takut terhadap orangtua, saudara, teman mereka. Hukuman fisik juga berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan dan penggunaan obat dan alkohol," ujar Durrant.
Ketika 500 orangtua dilatih untuk mengurangi ketergantungan mereka dalam menjatuhkan hukuman fisik, ternyata perilaku agresif anak ikut menurun. Sekarang hukuman fisik mulai ditinggalkan dan beralih ke upaya mendisiplinkan anak melalui pendekatan konstruktif.
Diposting oleh
mastdewa
di
18.05
0
komentar
5 cara salah mendidik anak
Menjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.
Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.
Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).
Tidak ada waktu
Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.
Terlalu royal memberi hadiah
Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah memberikan anak hadiah apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.
Membandingkan-bandingkan
Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik Anda memberi motivasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.
Terlalu dibebani
Anak juga butuh istirahat dan dicharge. Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.
Terlalu menuntut
Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek bukan akhir dari semuanya, karena masih ada kesempatan lain.
Semoga berhasil!
Diposting oleh
mastdewa
di
18.03
0
komentar
Selasa, 31 Januari 2012
Jangan Takut Usaha Perikanan, Pemerintah Mendukung Anda...
Salah satu bentuk kemauan politik dari pemerintah yang ditujukan untuk memajukan sektor perikanan dan kelautan adalah dengan dibentuknya Departemen Kelautan dan Perikanan.
Departemen ini dibentuk secara khusus hanya untuk menangani semua permasalahan perikanan di Indonesia.
Selain itu, berbagai macam perundang – undangan telah banayak dikeluarkan utnuk memberikan payung hukum bagi proses pembangunan sektor perikanan.
Di dalam usaha perikanan, pelaku dan calon pelaku memang membutuhkan berbagai informasi mengenai kebijakan (aspek legal) tentang pembangunan dan pengembanagan sektor perikanan, usaha perikanan dan perizinannya, tata ruang, agraria dan lingkungan, kewenangan pemerintah, peraturan dan pungutan, penggunaan tenaga kerja, dan sebagainya.
Kejelasan dan transparansi mengenai berbagai aturan ini akan bisa memberikan kepastian dan keamanan dalam hal berusaha bagi para pelaku dan calon pelaku dari usaha perikanan.
Disisi lain, pemahaman yang baik tentang aspek tersebut akan dapat menuntun para pelaku dan calon pelaku dalam meniti langkah – langkah hukum pendirian maupun pelaksanaan usaha perikanan secara efektif dan efisien.
Berikut ini akan disajikan daftar kebijakan pemerintah untuk sektor perikanan dan kebijakan lainnya yang baik secara langsung maupun tidak akan saling terkait :
Undang - undang nomer 31 tahun 2004, tentang Perikanan.
Undang - undang nomer 24 tahun 1992, tentang Penataan Ruang.
Undang - undang nomer 6 tahun 1968 jo nomer 12 tahun 1970, tentang Penanaman Modal Dalam Negeri.
Undang - undang nomer 1 tahun 1967 jo nomer 11 tahun 1970, tentang Penanaman Modal Asing.
Undang - undang nomer 32 tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah.
Undang - undang nomer 12 tahun 1957, tentang Peraturan Retribusi Daerah.
Undang - undang nomer 5 tahun 1960, tentang Pokok – Pokok Agraria.
Undang - undang nomer 20 tahun 1997, tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Undang - undang nomer 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Undang - undang nomer 23 tahun 1997, tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan Pemerintah nomer 25 tahun 2000, tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenagan Propinsi Sebagai Daerah Otonom.
Peraturan Pemerintah nomer 54 tahun 2002, tentang Usaha Perikanan.
Peraturan Pemerintah nomer 15 tahun 1990, tentang Perizinan Usaha Perikanan.
Peraturan Pemerintah nomer 20 tahun 1994, tentang Pemilikan Saham Dalam Perusahaan Yang Didirikan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing.
Keputusan Presiden nomer 8 tahun 1975, tentang Pungutan Perusahaan dan Pungutan Hasil Perikanan Bagi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri di Bidang Perikanan.
Keputusan Presiden nomer 23 tahun 1982, tentang Pengembangan Budidaya Laut Di Perairan Indonesia.
Keputusan Presiden nomer 75 tahun 1995, tentang Penggunaan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang.
Keputusan Menteri Pertanian nomer 815 tahun 1990, tentang Perizinan Usaha.
Keputusan Menteri Pertanian nomer 428 tahun 1999, tentang Perizinan Usaha ( Penyempurnaan ) Izin Usaha Perikanan ( IUP ).
Keputusan Menteri Pertanian nomer 473 tahun 1982, tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Budi Daya Laut di Indonesia.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 2 tahun 2004, tentang Perizinan Usaha Pembudidayaan Ikan.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 9 tahun 2002, tentang Intensifikasi Pembudidayaan Ikan.
Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomer 34 tahun 2002, tentang Pedoman Umum Penataan Ruang Pasir.
Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomer 1 tahun 1997, tentang Dana Pengembangan Keahlian dan Ketrampilan ( Skill Development Fund ) Tenaga Kerja Indonesia.
Perda – perda.
Diposting oleh
mastdewa
di
19.21
0
komentar
Senin, 16 Januari 2012
Golongan Yang Masuk Surga Tanpa Hisab
Golongan Yang Masuk Syurga Tanpa Hisab
Terdapat 70,000 umat Muhammad s.a.w yang dapat masuk syurga tanpa hisab dan tiada azab. Ini bersumberkan hadis yang diriwayat Bukhari dan Muslim bersumber daripada Ibnu Abbas r.a. Muka mereka bercahaya seperti bulan purnama.
Mereka adalah:
1. Ahl al-fadl (ahli kemuliaan) - orang yang menanggung kesakitan apabila diperbodohkan, bersabar apabila dizalimi dan memaafkan apabila dilakukan kejahatan terhadap mereka.
2. Ahli as sabr (ahli kesabaran) - bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menghindarkan maksiat terhadap-Nya.
3. Jiran-jiran Allah – mereka yang saling berziarah dalam berkasih-sayang kerana Allah, duduk dan bangun bersama-sama saudara mereka kerana Allah. (hadis riwayat Abu Nu’aim daripada Ali bin Husain)
4. Orang yang mati dalam perjalanan ke Mekah samada pergi atau balik. (hadis riwayat Jabir)
5. Penuntut ilmu, perempuan yang taat kepada suami dan anak yang berbakti kepada ibu bapa (hadis marfu’ sumber Abu Ayyaub al-ansari)
6. Sesiapa yang berjalan kerana hendak menunaikan hajat saudaranya yang muslim sehingga tertunai hajat itu dan meniggal dalam masa tersebut. (hadis marfu’ sumber daripada Anas)
7. Sesiapa yang mengasuh kanak-kanak sehingga berupaya mengucapkan ‘lailahaillallah” (hadis sumber daripada A’isyah r.a)
8. Orang islam lelaki dan perempuan yang mati pada malam dan siang hari Jumaat (hadis marfu’ sumber daripada ‘Ata’)
9. Hamba yang bersabar apabila diuji dengan bala bencana pada tubuhnya dan anaknya (hadis marfu’ riwayat Hakim at-Tirmidzi)
10. Orang yang menggali perigi di tengah padang dengan penuh keimanan dan mengharapkan ganjaran Allah (Ibn Mas’ud)
11. Orang yang mati syahid mempertahankan agama Islam.
“Barangsiapa yang lebih kebajikannya atas kejahatannya, maka mereka itulah yang masuk ke syurga tanpa hisab, dan barang siapa yang sama kebajikannya dan kejahatannya maka mereka itulah yang dihisabkan dengan hisab yang sedikit, dan barang siapa yang kejahatannya lebih banyak, maka dialah yang diberikan syafaat setelah menerima siksaannya.”
Diposting oleh
mastdewa
di
19.36
0
komentar
Apa bagian terpenting tubuhmu????
buku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menerka dengan jawaban yang aku anggap benar.
Ketika aku muda, aku fikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab,
“Telinga, Bu.” Jawab Ibuku,
“Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti.”
Selang beberapa tahun kemudian, dia bertanya padaku lagi. Sejak jawapan pertama, kini aku yakin jawapan kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku mengatakan,
“Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita.”
Dia memandangku dan berkata,
“Kamu belajar dengan cepat, tapi jawapanmu masih salah karena Banyak orang yang buta.”
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawapan baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawapannya selalu,
“Bukan. Tapi, kamu semakin pandai dari tahun ke tahun, anakku.”
Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga bersedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku mengingatinya karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.
Dia bertanya padaku,
“Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?”
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berfikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.
Ibu melihat tanda kebingungan diraut wajahku dan memberitahu,
“Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar “hidup”. Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahu kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting.”
Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan airmata. Dia berkata,
“Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu.”
Aku bertanya,
“Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?”
Ibu membalas, “Bukan, tapi kerana bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.
Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu mempunyai bahu untuk menangis bila-bila pun kamu memerlukannya.”
Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tetapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.
Dari sahabat Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu ia menuturkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan kecintaan, kasih sayang, dan bahu-membahu kaum mukminin bak satu tubuh, bila ada anggota tubuh itu yang menderita, niscaya anggota tubuh lainnya akan sama-sama merasakan susah tidur dan demam.” (Hadits Riwayat Muslim)
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan…
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan…
Tetapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti…
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini….
Diposting oleh
mastdewa
di
18.45
0
komentar
Legenda penuh inspirasi dari jepang
Ini kisah legendaris dari Jepang. Yagyu Matajuro adalah putra seorang ahli pedang yang terkenal. Keluarganya mendorong Matajuro untuk belajar seni bela diri. Namun karena dipandang tidak mampu mengembangkan potensi terbaiknya, Matajuro diusir ayahnya.
Merasa tersinggung dan marah, Matajuro pergi mencari seorang ahli pedang yang bersedia melatihnya hingga jadi ahli pedang terbaik. Ia ingin membuktikan pada ayahnya bahwa keputusannya itu salah besar. Maka, pergilah ia ke Gunung Fuhra dan di sana berjumpa dengan ahli pedang terkenal bernama Banzo.
Tapi ternyata, Banzo malah membenarkan pendapat ayah Matajuro. "Kau ingin belajar ilmu pedang padaku?" tanya Banzo. "Kau tak mungkin bisa."
"Tapi kalau saya bekerja keras, berapa lama saya bisa menguasainya?" desak Matajuro. "Seumur hidupmu," jawab Banzo. "Lama sekali," kata Matajuro. "Saya bersedia menjalani semua penderitaan asalkan Guru mau melatih saya. Jika saya menjadi pelayan setia Guru, berapa lama saya bisa menguasainya?"
"Mungkin sepuluh tahun," kata Banzo. Matajuro melanjutkan, "Bagaimana kalau saya bekerja dengan sangat giat?" Banzo menjawab, "Oh, mungkin 30 tahun."
"Saya sungguh tak mengerti, pertama Guru berkata 10 dan sekarang 30 tahun. Saya akan menjalani semua rintangan untuk menguasai ilmu pedang dalam waktu sesingkat mungkin!"
"Kalau begitu, kau harus tinggal bersamaku selama 70 tahun. Orang yang terlalu terburu-buru tidak akan pernah berhasil. Jika kau ingin hasil yang instan, kau tidak akan belajar dengan maksimal," kata Banzo. "Baiklah," jawab Matajuro, yang paham dirinya sedang ditegur karena ketidaksabarannya, "saya setuju."
Mulai saat itulah, Matajuro berguru pada Banzo. Namun, yang dikerjakan Matajuro bukannya berlatih ilmu pedang. Bahkan, ia dilarang memegang pedang. Kegiatan sehari-harinya justru membuatkan makanan untuk sang guru, membersihkan piring kotor, merapikan kasurnya, membersihkan halaman, merawat kebun, dan semua pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan pedang.
Tiga tahun pun berlalu. Matajuro masih saja melakukan pekerjaan yang sama. Ia merasa sedih dan pasrah. Keinginannya untuk menjadi ahli pedang sepertinya harus ditinggalkan. Namun, suatu hari Banzo menyelinap di belakang Matajuro dan memberinya pukulan keras dengan sebilah pedang kayu. Pada hari berikutnya, ketika Matajuro sedang menanak nasi, sekali lagi Banzo menyerangnya secara tiba-tiba. Sejak saat itu, siang dan malam, Matajuro harus selalu waspada untuk melindungi dirinya dari serangan tiba-tiba sang guru.
Matajuro belajar sangat cepat, sehingga sang guru merasa puas. Meskipun tidak pernah menerima pelajaran resmi atau bahkan memegang senjata, Matajuro telah berhasil mencapai tingkat tertinggi dari ilmu seno bela diri. Sejak saat itu, Matajuro menjadi ahli pedang nomor satu.
Jika kita menyimak baik-baik kisah Matajuro ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa ternyata semua pekerjaan kasar yang dilakukan Matajuro selama tiga tahun itu bertujuan untuk mempersiapkan dirinya guna menerima pelajaran sesungguhnya dari sang guru. Andaikan Matajuro tidak tabah dan sabar dalam menjalani proses, mungkin saat ini ia tidak akan dikenang sebagai ahli pedang nomor satu.
Begitu pun dengan kita. Mencapai impian pasti membutuhkan sebuah proses yang terkadang sulit dan menyakitkan. Tapi di balik itu semua, kita sesungguhnya sedang dilatih untuk menjadi orang yang kuat dan tegar. Proses itulah yang sebenarnya membuat kita berkembang dan menjadi sosok yang lebih hebat dari sebelumnya.
Diposting oleh
mastdewa
di
18.24
0
komentar